Novel Lukisan Langit Berkisah Tentang Penderita Mental Illness

6 komentar

 

Novel Lukisan Langit
Membaca novel Lukisan Langit

Aku baru saja menuntaskan sebuah novel berjudul “Lukisan Langit” karya penulis berbakat, Agnes Davonar. Makna novel dengan sampul warna biru langit bergambar bingkai lukisan ini menarik untuk dikupas. Tak hanya menyuguhkan kisah roman antar tokoh, novel Lukisan Langit juga bercerita tentang mental illness.


Kamu pernah mendengar tentang mental illness? Yaps, sebuah kondisi jiwa yang terganggu. Gangguan mental ini bisa menyerang siapa saja. Akibatnya, aktivitas orang tersebut akan terganggu. Meski lebih banyak memengaruhi psikis, mental illness juga berdampak pada kesehatan fisik seseorang.


Mental illness ini banyak macamnya, mulai dari perasaan sedih terus menerus, kebingungan saat berpikir, sering merasa takut, tidak mampu mengatasi masalah dengan tenang, perasaan cemas berlebihan, hingga berhalusinasi. Nah, novel Lukisan Langit ini berkisah tentang seseorang yang mengalami halusinasi secara tiba-tiba.


Novel Lukisan Langit
Cover novel Lukisan Langit


Data Buku

Judul buku : Lukisan Langit

Nama penulis : Agnes Davonar

Tahun terbit : 2021

Penerbit : PT Kanisius

Tebal : 160 halaman

Harga buku : Rp 60.000,- (Pulau Jawa)

Nomor ISBN : 978-979-21-6690-3


Rama, seorang dokter internship yang sedang ditugaskan di Kota Palu menemukan rentetan kisah unik. Bersama beberapa kawannya, ia mengabdikan diri di rumah sakit dan puskemas. Di tengah perjalanan mengabdi, ia bertemu dengan sosok Angel. Baginya, Angel adalah perempuan paling sempurna. Perempuan yang paham akan segala keinginan hatinya.


Ia mendapatkan beberapa kesempatan menjalani hari bersama Angel. Mulai dari pertemuan tak sengaja di galeri lukisan, bertemu di bukit yang indah, hingga liburan bersama di tepi pantai. Kebahagiaan terus menguar dalam hatinya. Bahkan hingga Rama melupakan Agnes, tunangannya di Jakarta.


Waktu berpisah dengan Kota Palu pun tiba. Berat sekali bagi Rama untuk beranjak dari kota penuh kenangan itu. Namun karena bujukan teman satu team, Rama mengalah. Ia pulang ke Jakarta dengan membawa luka. Ya, sebelum ia pulang, Angel menghilang. Namun sosoknya selalu menghinggapi hati dan pikiran Rama.


Gegabah! Rama kembali terbang ke kota Palu. Pikirannya terus saja dipenuhi oleh sosok Angel, malaikat perempuan pujaannya. Rama menemui Hendra, seseorang yang selalu membantunya kala singgah di Palu. Padahal, sebelum berangkat ke Palu, Hendra sudah memperingatkan Rama. Hendra tak ingin Rama gegabah menuruti ego.


Setelah tiba di Palu, Rama dan Hendra berpetualang ke tempat-tempat di mana Rama bertemu dengan Angel (dulu). Hingga saat mereka berada di pantai, gempa bumi menghujam tanah kota Palu. Air laut menyapu tubuh-tubuh wisatawan di sana, termasuk Rama. Tetapi sebelum gelombang air menerkam tubuhnya, Rama melihat sosok Angel.


Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Rama akan berpaling kepada Angel? Atau kembali kepada Agnes? Lalu di mana letak mental illness yang dialami tokoh Rama? Fix, kamu harus baca novel Lukisan Langit ini biar tahu jawabannya. 


Novel Lukisan Langit
Isi novel Lukisan Langit


Yuk kenalan dulu sama novelnya. Menurutku novel ini bisa jadi pilihan kala waktu senggang. Fisik bukunya mini dan tidak terlalu tebal. Jenis kertasnya ringan, sehingga bukunya cocok diajak ke mana saja. Novel pun dilengkapi dengan pembatas buku dengan gambar senada sampul. Jangan khawatir saat membaca part by part, pembatas akan mengamankan letak bagian terakhir kali kita membaca.


Meski bercerita tentang romansa kehidupan, alurnya tidak mudah ditebak. Pembaca seakan dibawa melewati rentetan cerita seru yang ujungnya bombastis. Akhir cerita emang sukses bikin pembaca bilang “wow.” Novel Lukisan Langit juga ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Dialog dalam novel juga disajikan dengan kalimat sehari-hari yang tidak kaku. Misalnya penggunaan kata “lo” , “ gue” dan lain sebagainya.


Hal yang paling aku suka dari novel ini adalah ide yang unik. Sang penulis menumpahkan ide kreatif secara sempurna. Pertama, aku sebagai pembaca awalnya tidak paham jika salah satu tokoh utama mengalami mental illness yang cukup berat. Dia digambarkan mengalami halusinasi parah. 


Kedua, di tengah kisah roman mendayu, penulis menghadirkan sosok Hendra. Hendra ini perangainya kocak dan santai. Tetapi di balik tingah konyolnya, Hendra menjadi problem solver terbaik bagi teman-teman barunya.


Novel Lukisan Langit Agnes Davonar
Novel Lukisan Langit


Novel Lukisan Langit juga menyiratkan berbagai pelajaran hidup bagi pembaca. Apa saja?

Jangan memaksakan kemauan orang lain

Salah satu alasan tokoh Rama terguncang psikisnya lantaran ia dipaksa oleh orang tua untuk mengambil jurusan kedokteran. Padahal minat Rama berada di dunia seni. Rama ingin menjadi pelukis yang berbakat. So, alangkah baiknya orang tua memahami setiap kemauan anaknya asalkan masih dalam bidang positif.

Speak up kepada orang tua, why not?

Jika orang tua terlalu mengatur jalan hidup anak, apakah anak dilarang speak up? Tentu tidak! Justru orang tua adalah orang-orang pertama yang harus mendengarkan segala kemauan anak. Buat anak, jangan takut bicara kepada orang tua, mulai beranikan diri, yuk! 

Hilangkan sifat egois secara perlahan

Belajar dari sifat Agnes, tunangan Rama. Agnes digambarkan sebagai orang yang sangat egois. Tetapi pada akhirnya, Agnes mampu menyingkirkan sifat egoisnya secara perlahan. Bahkan Agnes mampu membuat orang-orang terdekatnya merasa dihargai. Agnes juga tak pernah berniat untuk balas dendam meski Rama pernah mengabaikannya.

Berbaik sangka kepada orang lain

Meski kaget dengan kedatangan Hendra, Rama terus saja berbaik sangka kepada pemuda lokal tersebut. Jika Rama tak mau berbaik sangka dan menerima tawaran Hendra, mungkin hidupnya di tanah asing tak akan se-indah itu. Akibat baik sangka juga, Rama dan rombongan selalu mendapatkan bantuan tanpa pamrih dari Hendra.


Karya-karya Agnes Davonar memang selalu menyentuh hati para pembacanya. FYI, Agnes Davonar sebelumnya sudah menulis beberapa novel hits. Bahkan beberapa karya tulisnya sudah diadaptasi menjadi film. Misalnya novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” dan “Ayah, Mengapa Aku Berbeda?” Kalau kamu, udah pernah baca karya kak Agnes yang mana?




Latifah Kusuma
Challenger. Pribadi yang senang berpetualang, baik online maupun di real life. Lebih suka bekerja di lapangan. Bisa disapa melalui instagram dan twitter @latifahkusuma7 . Kerjasama? Kontak latifahkusuma77@gmail.com ya ��

Related Posts

6 komentar

  1. http://www.xhijau.blogspot.com isi humot lucu

    BalasHapus
  2. Penasaran mental illnessnya kyk apa si Rama, hehe. Keren ulasannya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk rahasia mbak. Harus baca novelnya dulu wkwk

      Hapus
  3. aku jadi penasaran, siapa sebenernya angel

    BalasHapus

Posting Komentar