Sate Kanak by Sate Ratu, Sate Selera Segala Usia

12 komentar

Sate Kanak


Musim penghujan gini paling mantap kalau makan sajian yang hangat dan pedas. Jika bosan dengan yang berkuah, sate merah bisa menjadi pilihan. Sate merah merupakan sate daging paha ayam dengan rasa khas.

Seperti kala sore itu, aku dan mbak Ika menyambangi kuliner favorit tersebut. Meski rintik hujan menyapa, kami tetap melaju dengan gembira. Kemudian menghentikan motor di ruang parkir Jogja Paradise Food Court.


Febian Budi Seputro bersama I Gusti Lanang berhasil membuat kreasi sate yang nikmat. Padahal sebelumnya, mereka menjalani bisnis angkringan di Yogyakarta. Akhirnya Jogja Paradise dipilih menjadi ruang makan Sate Ratu. Lokasinya strategis berada di Jalan Magelang, Kutu Tegal, Sinduadi, Mlati, Sleman. Pemilihan lokasi terbilang pas lantaran dekat dengan mall, hotel, dan terminal Jombor.

Sate merah ini sudah dinikmati oleh wisatawan lokal dan asing. Bahkan wisatawan manca lebih dari 80 negara sudah mampir dan mencicipinya. Review positif di Google dan Trip Advisor berhamburan dengan sendirinya. Sayangnya, beberapa pelanggan mengeluhkan belum adanya menu sate tidak pedas.

Sate Merah dan Sate Kanak


Sate Kanak: Sate Merah Tidak Pedas

"Saya sendiri lebih suka sate merah" Febian Budi Seputro, owner Sate Ratu.

Bertepatan dengan adanya Kompetisi Ngulik Rasa dari Unilever, Sate Ratu mengeluarkan menu baru. Namanya sate kanak. Sate kanak adalah sate merah yang tidak pedas. Olah resep ini dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Mengapa tidak mengikutsertakan sate merah? Karena sate merah sudah pernah menjadi juara dalam ajang sejenis.

Sudah beberapa kali aku menyantap sajian special dari Sate Ratu. Namun kali ini suasana berbeda, ruang makan outdoor menjadi lebih luas. Sementara pengunjung juga lebih ramai.

Sate kanak pun disajikan. Aroma khasnya membaur bersama udara sekitar. Warnanya tak berbeda dari sate merah. Biji-biji cabai juga menempel pada daging. Nah, yang membedakan adalah tusuk sate kanak diberi tinta hitam.

Soal rasa? Bumbunya meresap banget, khas Sate Ratu. Yes, bumbunya bukan kacang dihaluskan melainkan racikan khusus yang dibalurkan pada daging. Potongan dagingnya pas, terbilang lebih besar dari sate pada umumnya. Di tengahnya ada sepotong kulit yang kenyal mantap.

Sate Kanak, Nasi, dan Kuah


Buat teman-teman yang diet aku sarankan pesan tanpa nasi. Soalnya satu porsi sate merah atau kanak sudah berisi 6 tusuk. Nah, potongan dagingnya terbilang besar untuk ukuran sate. Oh iya, agar rasa tidak monoton, pengunjung bisa melengkapinya dengan kuah polos. Asli segar dan bikin rasa satenya agak kalem.

Proses pembakaran sate

Menjadi "Jago" di Kompetisi Ngulik Rasa

Berdasarkan data dari Euromonitor, 52,5% millennials Indonesia menikmati makan di luar rumah tiga kali dalam satu minggu. Sementara selera terhadap fusion food menjadi tren menarik. Oleh karena itu Unilever memberi kesempatan bagi chef dan pebisnis kuliner untuk mengasah kreativitas. Tentu dengan memunculkan ide baru tanpa meninggalkan cita rasa khas Indonesia.

Sate Kanak asal Yogyakarta ini berhasil menjadi pemenang kategori sate. Selain mendapatkan hadiah uang tunai, permintaan pelanggan juga naik. Sate Ratu kini seakan tak pernah sepi oleh customer. Bahkan pesanan lewat aplikasi pengantar makanan juga melonjak.

Namun demikian pelayanan tetap ramah dan cepat. Kualitas bahan dan proses pengolahan juga terjamin. Kalau ingin lebih mantap dine in aja ya. Soalnya si daging bakal nikmat digigit waktu masih hangat.


Harganya Berapa?

Sate Ratu tak hanya menyajikan sate merah, ada lilit basah dan ceker tugel juga. FYI, lilit basah adalah sate tanpa tusuk, tidak pedas dan cenderung gurih. Nah kalau ceker tugel ini pedasnya nampol. Berikut daftar harganya:

Sate merah 25K
Sate kanak 25K
Lilit basah 25K
Ceker tugel 25K
Nasi 5K
Kuah 5K
Air mineral 5K
Sambal 5K


Penampilan Sate Kanak

Ketika berkunjung ke Sate Ratu bakal dapet bonus special, keramahan owner. Pak Budi dan Pak Lanang selalu menyapa customer secara kekeluargaan. Bahkan seringkali menemani pengunjung untuk ngobrol atau berbagi pengalaman. Ini nih yang bikin betah.



Ohh iya, sila berkunjung mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. Tetapi Sate Ratu tutup di hari Minggu.
Latifah Kusuma
Challenger. Mahasiswi yang senang berpetualang, baik online maupun di real life. Lebih suka bekerja di lapangan. Bisa disapa melalui instagram dan twitter @latifahkusuma7 . Kerjasama? Kontak latifahkusuma77@gmail.com ya 👌

Related Posts

12 komentar

  1. Sate Merah atau Sate Kanak sama-sama endulita manja dan syahdu ya, kak. Yummy-nya ampe ke lambung dan usus dua belas jari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uhhh mantap. Tapi buat yang suka pedas, sate merahnya emang nendang

      Hapus
    2. Harganya sangat terjangkau ya, bahkan bisa dikatakan murah

      Hapus
  2. Sama om Budi udah 2x ketemu, I Gusti Lanang belum pernah. Satenya mantap, besar2, empuk & bumbunya meresap banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiii Pak Lanang biasanya di meja kasir Mbak. Mantep satenya

      Hapus
  3. Wisatawan manca negara sudah mengincipi, tapi saya belum. Aduh jadi malu nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk mampir aja mas kalau lewat jalan Magelang

      Hapus
  4. Kemarin sempat makan di sini juga buat nyobain sate kanak. Rasanya emang beneran seenak itu. Wajib dicoba kalau ke Jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nagih kan Kak? Besok ajakin teman-teman juga buat ke sana

      Hapus
  5. kyak sate taichan ya sekilas hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email