Ternyata Pasien Positif Corona Bisa Sembuh, Yuk Gali Informasinya

Posting Komentar
Photo by Sutterstock

Belakangan terakhir, virus yang berbentuk corona menjadi musuh baru bagi masyarakat. Virus yang awalnya beredar di Wuhan, Tiongkok ini mendunia dalam waktu singkat. Kasus positif virus corona sudah menjangkiti lebih dari 120.000 orang di dunia. Padahal waktu penyebaran sekira 4 bulan saja.

Indonesia menjadi salah satu negara terdampak. Bahkan sudah ada pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan update terbaru, Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi juga dinyatakan positif COVID-19. Kini beliau dirawat di RSPAD Gatot Subroto.

Akhirnya kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menetapkan virus ini sebagai bencana Nasional non alam pada Sabtu (14/03) di Jakarta Timur.

"Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, karena virus ini sudah dikategorikan sebagai penyakit global, maka statusnya adalah bencana nasional non alam," kata Kepala BNPB Doni Monardo via viva.co.id

Sementara ibu dr. Ika Trisnawati, MSc., Sp.PD memaparkan bahwa fatality virus corona ini tidak sebesar SARS. Angka kematian sudah lebih dari 4.000 orang. Namun demikian, kita tak perlu panik. Selalu berhati-hati saat mencari info, buka situs WHO atau Kemenkes untuk informasi valid.



Terhitung  hingga 14 Maret 2020, jumlah pasien positif virus corona di Indonesia sebanyak 96 kasus, 8 di antaranya dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia. Persebaran wilayah positif ada di Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Bali, Manado, Yogyakarta, dan Pontianak.

Apa Itu Corona Virus ?

Corona merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan, mulai dari flu, hingga pneumonia, bahkan kematian. Awalnya virus ini berada dalam tubuh binatang, seperti kelelawar, kucing, dan unta. Namun kini sudah bisa menjangkiti manusia dengan sebaran melalui percikan saluran pernapasan (dahak atau ludah).



Siapa pun dapat terinfeksi virus corona. Bayi, anak kecil, dan orang dengan imunitas lemah lebih berisiko terdampak. Sementara orang yang tinggal atau berkunjung ke daerah rawan (penyebaran) juga rentan.

Virus ini masuk melalui saluran pernafasan. Ketika kekebalan tubuh baik, pasien virus corona bisa sembuh. Nah, jika kekebalan tubuh kurang baik, virus ini akan menyerang organ tubuh lain sehingga ada kasus meninggal dunia.

Gejala Virus Corona awalnya ringan, seperti sakit kepala, ada ingus di hidung, batuk, sakit tenggorokan, demam di atas 38°C, dan tidak enak badan. Rata-rata gejala akan muncul di 2 hingga 14 hari sejak pertama kali virus masuk ke dalam tubuh.

Cara Menyikapi Peredaran Virus Corona

Beredarnya hoax dalam lalu lintas informasi tentang COVID-19 membuat masyarakat resah. Jangan khawatir, ikuti perkembangan hanya via World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan website resmi pemerintah atau badan terdaftar.



Berikut solusi preventif yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Makan Makanan Bergizi

Penuhi kebutuhan nutrisi harian agar kondisi tubuh tetap bugar. Jika perlu, konsumsi vitamin penambah daya tahan tubuh. Tak lupa minum air putih sesuai standar agar tubuh selalu sehat.

2. Olah Raga yang Cukup

Aktivitas sederhana banyak manfaat ini terkadang dilalaikan. Saatnya menambah olah raga dalam list aktivitas rutin. Tak perlu olah raga berat, jogging atau senam bisa menjadi pilihan.

3. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Jangan lupa cuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah beraktivitas, setelah berjabat tangan, atau memegang uang dan kegiatan rentan lainnya. Minimalkan memegang wajah dalam kondisi tangan kotor. Pastikan lingkungan rumah dan tempat kerja selalu bersih dan tidak mengancam kesehatan.

4. Segera Berobat Saat Ada Gejala Sakit

Saat tanda-tanda sakit menyerang, segera pakai masker dan melakukan cek medis ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Jangan lupa ganti masker jika sudah lembab, buang masker di tempat sampah tertutup. Tutup hidung dan mulut jika batuk.

5. Melakukan Self Isolation Jika Ada Gejala



Realisasi hastag #StayAtHome di Twitter bisa menjadi salah satu cara bijak mengurangi penyebaran virus. Isolasi diri di rumah jika menunjukkan gejala sakit.

6. Sukarela Tes Corona Saat Kembali dari Luar Negeri

Meski merasa tubuh sehat usai melakukan perjalanan di luar negeri, alangkah baiknya tetap tes Corona. Bukan demi tubuh sendiri, tetapi turut membantu minimalisir risiko dampak bagi orang lain.

7. Hindari Kerumunan Masa

Ini adalah langkah yang nampak mudah tetapi susah dilakukan. Sebisa mungkin mengurangi kegiatan yang mempertemukan kita dengan orang lain, terlebih orang asing.



Pemerintah Kota Surakarta sudah menerapkan kebijakan siswa belajar di rumah selama 14 hari ke depan. Sebagian besar universitas di Jogja juga memilih kuliah secara online dalam jangka waktu tertentu. Bahkan wisuda dan event lainnya ditunda pelaksanaannya.

Masyarakat pun sudah berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak. Hal ini tentu untuk mengurangi intensitas ke luar rumah. Namun demikian perlu diperhatikan agar tidak menimbun barang terlalu banyak agar terhindar dari kenaikan harga.

Sementara edukasi COVID-19 untuk anak-anak bisa dilakukan dengan:



Tetap waspada dan update informasi terbaru dari WHO dan Kemenkes yuk!


Latifah Kusuma
Challenger. Mahasiswi yang senang berpetualang, baik online maupun di real life. Lebih suka bekerja di lapangan. Bisa disapa melalui instagram dan twitter @latifahkusuma7

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email