Hidup Lebih Nyaman dan Bahagia dengan Bersyukur

12 komentar


“Bersyukur bukan hanya sebatas ucapan Alhamdulillah. Bersyukur adalah sikap. Itu adalah gaya hidup. Itu adalah cara berpikir. Teruslah bersyukur.” –Nouman Ali Khan

Tolak ukur hidup bahagia setiap orang memang berbeda, namun cara memperolehnya bisa dilakukan dengan langkah yang sama. Pada dasarnya usaha dan doa adalah garda terdepan. Namun memaksimalkan usaha tak bisa dilakukan dengan instan. Kita harus pandai mensyukuri segala yang telah dimiliki terlebih dahulu. Hingga untaian doa mengiringi langkah lebih ekstra untuk pencapaian yang lebih baik.




“Hanya Cinta-Nya, Tujuan Jiwa Ini Terlahir” merupakan sebuah buku motivasi ringan yang layak menjadi referensi kala menapaki kehidupan. Buku dengan sampul berwarna merah jambu ini tak sekadar berisi motivasi semata. Buku ini sekaligus menyajikan penggalan ayat Al-Quran dan hadist yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Buku karangan penulis bersaudara, Riawani Elyta dan Risa Mutia ini terbagi dalam beberapa bab. Cetak 2 warna dalam tiap halaman juga menjadi penyemangat untuk segera menamatkannya. Selanjutnya diisi dengan judul-judul menarik yang menaungi beberapa halaman tulisan. Hal ini tentu memudahkan pembaca untuk menikmati tulisan di mana saja dan kapan saja. Tak perlu menyisakan waktu luang untuk menikmati tulisan ringan berbobot ini. Pun kita bisa membaca secara acak sesuai judul yang ingin dibaca. 


Kebaikan Adalah Anugerah Terindah

Pada akhirnya, kebaikanlah yang akan memenangkan semua pertempuran. Manusia diciptakan memiliki “rasa” sebagai keistimewaan. Rasa kasih kepada Sang Pencipta dan sesama manusia akan membawa kebaikan. Tak perlu pandang bulu untuk berbuat baik, sesungguhnya kebaikan membuat kita menang. Bahkan jika kebaikan kita tidak dibalas baik oleh sesama, Allah berhak memberikan imbalan lebih baik. Berbuat baik dan berbagi tanpa mengharap kepada manusia lain mendekatkan diri kita pada nilai ikhlas.

“Kita datang tanpa membawa apa pun dan akan pergi meninggalkan kehidupan juga tanpa bisa membawa apa pun. Semua yang ada pada diri kita hanya titipan. Jadi manfaatkan titipan itu untuk berbagi agar kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat.”




Waktu Melajukan Kehidupan Tiada Henti

Saya setuju dengan kalimat “kesempatan tak selalu datang dua kali”. Terkadang menentukan sebuah pilihan harus disesuaikan dengan waktu yang kita miliki. Namun demikian, waktu tak bisa berhenti melaju. Hingga sebaiknya kita mengisi waktu dengan hal-hal positif dan bermakna. Katakan “ya” jika mau merelakan waktu untuk suatu hal dan katakan “tidak” jika hal lain bukan menjadi prioritas.

“Waktu adalah kehidupan yang tak bisa dibeli dan ditebus untuk bisa kembali ke kita. Ia adalah anugerah yang harus disyukuri, sebagaimana penghargaan terhadap kehidupan itu sendiri. Waktu luang adalah karunia. Jangan pernah terlena karenanya. Gunakan dengan sebaik mungkin, agar tak ada penyesalan saat jatah usia kita telah berakhir.”

“Ada satu jalan menuju kebahagiaan, yaitu berhenti mengejar sesuatu yang tidak mampu kita raih.” –DR. Aidh bin Al-Qarni, MA




Sebagian besar isi buku ini melahirkan semangat baru bagi saya untuk abai terhadap keluhan-keluhan negatif. Buku ini megajarkan keikhlasan dan kerja keras dengan tulus agar manusia mencapai bahagia tanpa membebani orang lain. Berdamai dengan keadaan serta memupuk rasa syukur juga berguna sebagai pondasi hidup nyaman.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” –Q.S Ibrahim: 7


“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak menetahui.” –Q.S Al-Baqarah: 216

Membaca buku ini seolah mendapatkan petunjuk atas segala gundah. Tiap kalimat mudah dipahami dengan kata-kata sederhana.  Rangkaian bahasan disusun rapi dalam bab dan judul ter-arah. Tiap bab hanya berisi beberapa halaman saja sehingga bisa melakukan jeda baca dengan mudah.

Latifah Kusuma
Challenger. Mahasiswi yang senang berpetualang, baik online maupun di real life. Lebih suka bekerja di lapangan. Bisa disapa melalui instagram dan twitter @latifahkusuma7

Related Posts

12 komentar

  1. Hanya saja tulisan dalam bukunya ada yang berwarna, saya rasa kurang nyaman dimata
    entah mengapa, buku keluaran sekarang kok lebih menonjolkan warna, ada yang warna kuning, wah silau dimata pasti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Tergantung selera ya Kak

      Hapus
    2. Selera anak muda.
      Nanti saya juga ingin mereview buku yang hampir mirip ah

      Hapus
    3. Emank masalah selera ya. Klo menurut aku bukan masalah anak muda atau bukan sih, tp emank ada orang yg tipe2 visual yg seneng dg buku berwarna. Aku salah satunya. 😁 kalau bukan tipe visual, mungkin agak kurang nyaman ya..

      Hapus
  2. Saya juga jadi tertarik ingin punya bukunya.. Karena gundah itu sering datang tanpa diduga, buku-buku motivasi yang sekaligus menyajikan penggalan ayat Al-Quran dan hadist yang relevan dengan kehidupan sehari-hari seperti buku inilah yang saya cari.. Makasih mba reviewnya.. :)

    BalasHapus
  3. Buku ttg motivasi emg ccok banget dan bs jadi panduan buat kita"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener. Bisa buat pegangan dalam menentukan arah

      Hapus
  4. Kayanya bagus bukunya, apalagi visualnya menarik

    BalasHapus
  5. itu lokasi pemotretan di jalanan sekitar perpuskot yaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email