Mulanya aku banyak protes, mengeluh, dan merasa tidak adil ketika suamiku punya prinsip aneh. Dia selalu mengajakku untuk “hidup di bawah kemampuan finansial”. Jujur saja, terkadang aku belum siap. Kadang masih ingin self reward, beli beberapa biji barang branded, dan menikmati hasil kerja kami.
“Kita kan punya target yang lebih besar,”
katanya saat aku ingin membeli suatu barang branded.
Dia selalu menegaskan “beli barang
sesuai kebutuhan”, bukan keinginan. Rasanya berat sekali. Apalagi kami
sama-sama kerja. Pun sama-sama punya kran penghasilan freelance. Wajar nggak
kalau aku juga ingin self rewards?
Hingga suatu hari, saat arisan ibu-ibu
RT, aku melihat seseorang yang terlihat mampu, tapi dia mengambil utang. Aku
kaget, lalu ingat suamiku pernah bilang, “Aku lebih baik seperti ini tapi nggak
punya utang daripada terlihat berada tapi punya utang.”
Sedikit sadar, aku mulai menerapkan 3
prinsip yang bikin hidup tenang tanpa beban ala keluarga kecil kami. Ini bukan
hanya soal keuangan, tapi juga sikap dan kebiasaan.
Hidup di Bawah Kemampuan Finansial
Alhamdulillah, prinsip ini membawa kami,
Orang Dengan Gaji Jogja, bisa punya membangun rumah sebelum menikah. Suamiku
menerapkan prinsip ini sejak remaja, nggak kaget kalau dia bisa mewujudkan
salah satu mimpinya. Dengan membangun rumah di usia 26 tahun, dia meyakini
bahwa prinsip hidup di bawah kemampuan finansial adalah salah satu ujung tombak
ketenangan hati dan persiapan masa depan.
Aku pun mulai menerapkan prinsip aneh
ini. Setelah menikah aku jarang mengambil gaji karena kebutuhan rumah tangga
sudah dicover oleh suami. Sementara kebutuhan skincare dan kuota terpenuhi oleh
hasil kerja freelance. Hasilnya, ketika aku butuh uang untuk orang tua atau
kebutuhan dadakan, aku tak perlu pusing. Tinggal ambil tabungan yang ada.
Kami bahkan bisa memenuhi dana darurat
dan mulai mempersiapkan dana pendidikan anak di rekening terpisah. Ternyata prinsip
aneh ini bermanfaat.
Aku tak begitu peduli pada anggapan
orang. Dulu ingin punya barang branded agar bisa menyesuaikan diri dengan
lingkungan. Sekarang diremehkan orang karena nggak ada emas menempel di badan
pun tak membuatku goyah. Aku tetap berdiri tegak dan percaya diri.
Nggak Update Berita Artis
Sebelumnya aku bekerja sebagai
copywriter dan memiliki hobi menulis artikel di blog. Wajar kalau aku setiap
hari membuka sosmed dan mengikuti tren yang ada. Tanpa sadar aku menyerap
informasi yang tak penting. Misalnya berita artis yang tak berpengaruh pada
kehidupan kita. Yang ada justru bikin hati resah, kadang ingin marah, atau
terlalu baper sampai negative thinking pada kehidupa pribadi.
Suamiku sering mengingatkan agar aku
lebih bijak konsumsi informasi dari media sosial. Katanya lebih baik update
berita politik atau ekonomi daripada kehidupan artis yang kurang bermanfaat.
Memang saat itu aku dituntut untuk mengelola sosial media, sehingga aku sering
ATM (Amati Tiru Modifikasi) konten artis dan influencer. Sayangnya, kalau
kebablasan bisa bikin hati tak tenang, bahkan sampai nangis dan tak percaya
diri.
Beruntung aku mulai mempertimbangkan
saran suami untuk stop mengikuti berita dan konten artis. Aku hanya membatasi
diri untuk melihat berita viral dan kontennya, tapi aku tetap melihat tayangan endorse
dan copywriting yang mereka buat di sosmed.
Alhamdulillah, pekerjaan aman, tetap
punya inspirasi konten, dan hati tenang. Aku tak lagi takut baper atau overthinking.
Bersikap Baik pada Ibu
Aku dan suami percaya bahwa rezeki yang
kita miliki berhubungan dengan doa ibu. Aku pernah bilang, “Kalau rezekimu
lancar seperti ini, mungkin hasil dari doa ibumu. Aku pun percaya, saat aku
dipertemukan denganmu, suami yang baik, ini juga berhubungan dengan doa ibuku.”
Suamiku menjawab, “Pasti! Aku juga
percaya.”
Tak heran kalau kami benar-benar menjaga
hubungan baik dengan kedua ibu. Ketika ada yang kurang tepat, kami bisa saling
memberikan saran. Alhamdulillah hubungan kami selalu baik. Aku bahkan merasakan
hangatnya sikap ibu mertua layaknya ibu kandung. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Alhamdulillah.
Itulah 3 prinsip hidup tenang tanpa
beban ala keluarga kecilku. Kalau kamu, punya prinsip hidup tenang juga? Share di kolom komentar dong…



Posting Komentar
Posting Komentar