3 Prinsip Hidup Tenang Tanpa Beban

Posting Komentar

 

3 prinsip hidup
Latifah x ChatGPT 


Mulanya aku banyak protes, mengeluh, dan merasa tidak adil ketika suamiku punya prinsip aneh. Dia selalu mengajakku untuk “hidup di bawah kemampuan finansial”. Jujur saja, terkadang aku belum siap. Kadang masih ingin self reward, beli beberapa biji barang branded, dan menikmati hasil kerja kami.

 

“Kita kan punya target yang lebih besar,” katanya saat aku ingin membeli suatu barang branded.

 

Dia selalu menegaskan “beli barang sesuai kebutuhan”, bukan keinginan. Rasanya berat sekali. Apalagi kami sama-sama kerja. Pun sama-sama punya kran penghasilan freelance. Wajar nggak kalau aku juga ingin self rewards?

 

Hingga suatu hari, saat arisan ibu-ibu RT, aku melihat seseorang yang terlihat mampu, tapi dia mengambil utang. Aku kaget, lalu ingat suamiku pernah bilang, “Aku lebih baik seperti ini tapi nggak punya utang daripada terlihat berada tapi punya utang.”

 

Sedikit sadar, aku mulai menerapkan 3 prinsip yang bikin hidup tenang tanpa beban ala keluarga kecil kami. Ini bukan hanya soal keuangan, tapi juga sikap dan kebiasaan.

 

Hidup di Bawah Kemampuan Finansial

 

Alhamdulillah, prinsip ini membawa kami, Orang Dengan Gaji Jogja, bisa punya membangun rumah sebelum menikah. Suamiku menerapkan prinsip ini sejak remaja, nggak kaget kalau dia bisa mewujudkan salah satu mimpinya. Dengan membangun rumah di usia 26 tahun, dia meyakini bahwa prinsip hidup di bawah kemampuan finansial adalah salah satu ujung tombak ketenangan hati dan persiapan masa depan.

 

Aku pun mulai menerapkan prinsip aneh ini. Setelah menikah aku jarang mengambil gaji karena kebutuhan rumah tangga sudah dicover oleh suami. Sementara kebutuhan skincare dan kuota terpenuhi oleh hasil kerja freelance. Hasilnya, ketika aku butuh uang untuk orang tua atau kebutuhan dadakan, aku tak perlu pusing. Tinggal ambil tabungan yang ada.

 

Kami bahkan bisa memenuhi dana darurat dan mulai mempersiapkan dana pendidikan anak di rekening terpisah. Ternyata prinsip aneh ini bermanfaat.

 

Aku tak begitu peduli pada anggapan orang. Dulu ingin punya barang branded agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sekarang diremehkan orang karena nggak ada emas menempel di badan pun tak membuatku goyah. Aku tetap berdiri tegak dan percaya diri.

 

Nggak Update Berita Artis

 

Sebelumnya aku bekerja sebagai copywriter dan memiliki hobi menulis artikel di blog. Wajar kalau aku setiap hari membuka sosmed dan mengikuti tren yang ada. Tanpa sadar aku menyerap informasi yang tak penting. Misalnya berita artis yang tak berpengaruh pada kehidupan kita. Yang ada justru bikin hati resah, kadang ingin marah, atau terlalu baper sampai negative thinking pada kehidupa  pribadi.

 

Suamiku sering mengingatkan agar aku lebih bijak konsumsi informasi dari media sosial. Katanya lebih baik update berita politik atau ekonomi daripada kehidupan artis yang kurang bermanfaat. Memang saat itu aku dituntut untuk mengelola sosial media, sehingga aku sering ATM (Amati Tiru Modifikasi) konten artis dan influencer. Sayangnya, kalau kebablasan bisa bikin hati tak tenang, bahkan sampai nangis dan tak percaya diri.

 

Beruntung aku mulai mempertimbangkan saran suami untuk stop mengikuti berita dan konten artis. Aku hanya membatasi diri untuk melihat berita viral dan kontennya, tapi aku tetap melihat tayangan endorse dan copywriting yang mereka buat di sosmed.

 

Alhamdulillah, pekerjaan aman, tetap punya inspirasi konten, dan hati tenang. Aku tak lagi takut baper atau overthinking.

 

Bersikap Baik pada Ibu

 

Aku dan suami percaya bahwa rezeki yang kita miliki berhubungan dengan doa ibu. Aku pernah bilang, “Kalau rezekimu lancar seperti ini, mungkin hasil dari doa ibumu. Aku pun percaya, saat aku dipertemukan denganmu, suami yang baik, ini juga berhubungan dengan doa ibuku.”

 

Suamiku menjawab, “Pasti! Aku juga percaya.”

 

Tak heran kalau kami benar-benar menjaga hubungan baik dengan kedua ibu. Ketika ada yang kurang tepat, kami bisa saling memberikan saran. Alhamdulillah hubungan kami selalu baik. Aku bahkan merasakan hangatnya sikap ibu mertua layaknya ibu kandung. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

 

Itulah 3 prinsip hidup tenang tanpa beban ala keluarga kecilku. Kalau kamu, punya prinsip hidup  tenang juga? Share di kolom komentar dong…


Latifah Kusuma
Challenger. Pribadi yang senang berpetualang, baik online maupun di real life. Lebih suka bekerja di lapangan. Bisa disapa melalui instagram dan twitter @latifahkusuma7
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar